belumpernah aku rasakan cinta cinta yang tiba tiba datang begitu indah rasanya begitu nyaman rasanya. apakah ini yang dimana cinta cinta pada pandangan pertama oo cinta.. cinta pandangan yang luar biasa Akanku jadikan bayang kerinduan di setiap sebelum terlelapku. Dan aku pun jadikan pelabuhan indah dalam alam mimpi. Segala jiwa ini, hidup ini, dan hati ini. Puisi cinta ini mengungkapkan kekaguman seseorang pada orang lain yang sangat sempurna baginya. Bahkan, dalam setiap tidurnya pun terus membayangkannya, dan dijadikan sebagai teman tidur. Rasapertama ini Rasa ternyaman yang tergambarkan Rasa terunik yang terlukiskan Rasa terbaik yang terukikan Akankah terus abadi? Setulus nyanyian kalbu Seindah hembusan nirwana Seangun putaran waktu Cinta pertama ku yang menyenangkan Cinta pertama ku yang menegangkan Cinta pertama ku yang mengharukan. Baca Juga: [PUISI] Rindu yang Kita Sesali Vay Tiền Nhanh Ggads. Puisi romantis dengan judul puisi cinta pandangan pertama, bagaimana kata kata cinta romantis jumpa pertama dalam bait puisi cinta pandangan lebih jelas puisi cinta pertama bertemu dan tentang cerita puisi jumpa pertama dan kata puisi cinta pertama .Disimak saja contoh puisi romantis dalam deretan bait puisi jatuh cinta pandangan pertama dibawah Cinta Pandangan PertamaOleh NurmasariSuatu ketika kalis tatap memesona, sekiandetik ia melintas, menggugah jiwa akanadib jua estetika senyuman. Menyadappandang berpasang netra, susupkankeranjingan temu sejuk pangeran yang barangkali datang darinegeri dongeng, tanpa melisan apa-apa ialaratkan logika, rabit lara nan laku lucunya meriapkan tawamenjelma sebuah kata tak terbaca darimereka; gelebah menghampiri, inginkuuntai sapa pada dirinya. Alunan dawai-dawai rutukan diri bergejolak di kuruntih rasa tiap kali ia bertandangdalam hati? Selalu limbubu ragumelimbungkan kisah percintaan kenangan yang dapat kujerangdalam siluet rindu. Dirimu ialah kenisbianpaling syahdu yang terkecup waktu hinggamenghadirkan kau dan aku dalam bibirpertemuan kala itu, dan dari untaian doapaling ganjil aku menyerukan dirimu tanpanama di hadapan Sang Maha kali aku kembali dalam kenang masalalu saat pertama kali kita bertemu. Menarikruang antara harapan dan ketidakmungkinan yang berisikan dirimu. Dulu hinggasekarang, sekat tak teraba berupa sapamenjadi penghalang, walau dirimu kiniselalu hiasi hari-hari yang tentang Puisi Cinta Pandangan Pertama, baca juga puisi cinta romantis pandangan pertama atau puisi untuk cinta pandangan pertama yang telah diterbitkan sebelumnyaSemoga Puisi Cinta Pandangan Pertama dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi orang jatuh cinta pandangan pertama atau puisi jatuh cinta pada kekasih orang. Ilustrasi puisi cinta romantis pendek bikin baper,foto oleh Katalog Pemikiran di UnsplashKamu seorang pujangga baru yang ingin belajar membuat puisi cinta romantis pendek bikin baper? Jika iya, jangan lewatkan membaca beberapa contoh puisi di bawah hanya indah dan romantis, puisi-puisi pendek kali ini juga ditulis oleh penyair kenamaan dari tanah air, yakni Sapardi Djoko Damono dan Penasaran bagaimana isi puisinya? Yuk, kita simak bersama!4 Puisi Cinta Romantis Pendek Bikin BaperIlustrasi hujan / puisi cinta romantis pendek bikin baper, foto oleh Anna Atkins di UnsplashMengutip buku Sapardi Djoko Damono Karya dan Dunianya, Bakdi Soemanto, 2006131, berikut beberapa puisi cinta romantis pendek bikin baper karya dari Sapardi Djoko Hujan Bulan JuniTak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga ituTak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.Hujan Bulan Juni, 1994 902. Aku InginAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiadaHujan Bulan Juni, 1994 913. Pada Suatu Hari NantiPada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan Permintaan puisi-puisi yang indah dan menyentuh hati dari bapak Sapardi, ada satu lagi puisi dari penyair kenamaan negeri kita yakni WS Rendra. Berikut puisi romantis dan pendek yang dikutip dari buku Puisi-Puisi Cinta Republish, Rendra, 20183.Wahai, rembulan yang bundar jenguklah jendela kekasihku!la tidur sendirian, hanya berteman hati yang 4 puisi cinta romantis pendek bikin baper di atas tadi? Bagus dan mengena di hati bukan? Kamu juga bisa menggunakan puisi-puisi tersebut untuk rujukan pembelajaran karya sastra. Selamat berkarya! novi Kumpulan puisi cinta pendek dan romantis berikut ini berisi puisi cinta terbaik yang kita pilih dari berbagai sumber. Puisi cinta tidak hanya sebagai salah satu bagian dari kekayaan kesusastraan negeri ini, tapi kini telah menjadi wadah untuk meluapkan emosi jiwa, ungkapan hati dan perasaan yang terpendam, tak bisa tersampaikan secara langsung. Apakah kamu termasuk orang yang suka menyembunyikan perasaan kepada orang lain? kemungkinan besar iya. Benar, kan? Puisi cinta pendek atau puisi romantis berikut ini bisa kamu gunakan untuk mewakili perasaanmu. Tenang, kamu tidak sendiri. Terkadang seseorang perlu meminjam kata-kata orang lain untuk menggambarkan suasana hati yang sedang dialami. Jangan takut untuk mencintai. Itu adalah hal lumrah. Puisi cinta, romantis, rindu, sedih dan cinta dalam diam bisa kamu ungkapan dalam bentuk aksara. Tulislah sendiri puisi cintamu. Puisi Cinta Singkat Puisi cinta via Pada tegukan kopi terakhirku, tercurah harap dan cita. Moga sapa pertamamu, awal kisah kita. *** Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari? *** Aku sempat cemburu pada awan, yang sering kali kaupandang. *** Nyatanya, hatiku tak cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu Nyatanya, cintaku tak mampu mendinginkan panasnya geloramu Lalu aku bisa apa? Mengais belas kasihanmu yang kau cecer sepanjang jalan? Bukan, itu bukan cinta Jika hanya membawa luka dan derita. *** Selalu ada yang melintas di kepala, entah itu syairmu, atau wajahmu yang hanya bisa kureka. *** Cinta selalu punya caranya sendiri, mempertemukan yang terbuang, atau menyatukan yang hilang. *** Setiap orang memiliki batas kewarasannya masing-masing. Hanya saja, memilih bertahan, diam, atau melepaskan adalah kesepakatan hati dan akal. Pun kau yang sering pulang bertandang dan pergi menghilang. *** Jika rindumu tak lagi jadi milikku. Lantas, apalagi alasanku kembali ke kota ini? *** Ada jarak yang terbentang karena rindu Ada cerita yang terbuat karena jarak Aku percaya, ceritamu dan ceritaku akan jadi cerita kita saat kita bertemu. *** Tidurlah, sebab rindu juga butuh istirahat. *** Puisi Cinta Sejati Puisi cinta sejati Rasa sayang yang kutulis dalam tetesan air mata ini dengan diam jernihnya selalu menatapmu bersamanya. *** Selalu ada yang tak diceritakan, langit kepada hujan. Entah pagi bersambut kabut, Atau mendung yang bikin murung. *** Waktu menguji kita dengan perpisahan, jarak menguji kita dengan rindu, dan air mata adalah hujan yang ikhlas jatuh di dada masing masing. *** Serupa gelombang lautan, cinta datang saat kau diam, lalu tiba-tiba hilang saat kaukejar. ~ *** Cinta bisa memberikan cahaya Pada mata yang sekalipun buta Cinta juga bisa jadi petaka Meski pada orang yang di surga Ah, biarlah … Cinta tak butuh kata-kata. *** Aku membiarkanmu menikmati fase-fase tersulit dalam menahan rindu, maka izinkan aku mewujudkan mimpimu untuk mengalami fase terindah untuk melepas rindu. ~ *** Gemelisik daun kering menyadarkanku bahwa semestamu bukanlah aku. Kerontang daun terseret angin melebur menjadi luka hatiku. *** Setelah tidak dengannya, aku akan selalu mencoba untuk tetap baik-baik saja, sebab aku percaya perasaan itu datang tanpa direncanakan, dan pasti juga akan hilang tanpa direncanakan. ~ *** Tak semudah itu merangkai kata. Jika pun sudah terangkai bibir tak bisa semudah itu mengatakannya. Dan masih terlalu rumit untuk di jelaskan. Diamku adalah mencintaimu !! Puisi cinta singkat Sebagai warna, kau ingin jadi apa? Biru yang damaikah? Atau merah yang bergairah? Ayolah, Kita sedang membicarakan cinta, Bukan partai pengemis suara. *** Kau bagian dari hidupku yang tak akan pernah bisa kuulang kembali.. Kau dokumentasi sejarah yang paling indah. Yang kini, tersimpan abadi dalam sebuah ilusi. *** Yang kutakuti dari mawar, Kau tak lagi jadi wangi yang damai. Namun menjadi duri yang menyakiti. *** Jika mencintaimu adalah mata pelajaran, maka aku akan hadir; duduk paling depan. ~ *** Bagaimana mungkin kau kan percaya akan rindu ini.. Bila kau menganggap itu semua sebagai suatu hal yang palsu nan tabu. ~ *** Bisa tidak, kau pahami sedikit hatiku, aku bukan melebihkanmu tapi aku justru memperhatikanmu. *** Menyukai orang sedingin kamu buat aku sadar, jika kamu menaruh perhatian tidak pada sembarang orang. ~ *** Kelelahan akan selalu datang untuk orang-orang yang tak mengerti arah, tak akan tahu dengan tujuannya, pun dengan diriku yang kini tak mengerti arah mana yang sedang kuperjuangkan, tujuan apa yang sedang kutempuh, tentangmu atau tidak sama sekali. *** Senja tiba dengan rona bayangmu yang memenuhi semesta, sejauh mataku berkaca, wajahmu seperti lampu cahaya yang memenuhi segala. ~ *** Adalah kehilangan. Segala yang seringkali terjadi tanpa diharapkan. Pun bagian kehidupan yang terkadang melahirkan kedukaan. *** Senyatanya sepi adalah aku, perempuan yang kerap ditinggalkan cinta dan rindu rindu. *** Kalau rindu itu peluru, engkau pasti penembak paling jitu. ~ *** meski rinduku tak kau balas, meski rasa sayangku tak pernah kau anggap, tapi aku akan bertahan di atas segala perasaan yang sudah terlanjur kurawat, hanya Tuhan yang mampu membuatmu dekat. *** Hingga hujan redah, kita masih ragu siapa yang ingin memulai. Jarum jam terus berputar semakin mendesak tapi kau dan aku masih gengsi. Hingga akhirnya rela menyiksa diri. Malam semakin pekat dan kita tetap saling menunggu siapa yang memulai ā€œaku mencintaimuā€. *** Mungkin di benakmu terselip sebuah rasa, tapi dalam pikirmu masih ada dia yang rela meninggalkanmu demi orang yang membuatnya buta dalam mencinta. Puisi cinta romantis Semua Tentangmu Di ujung lembayun senja Lamunan berhenti di bayangmu Bayang yang selalu menjadi mimpi Pada hati yang menunggu Di gelapnya temaram bulan Khayalanku jatuh di dirimu Sosok yang terus melekat dalam jiwa Bersama rindu yang mendera Di terbitnya sang fajar Pikiranku masih tentangmu Pada diri yang tertanam di relung Yang menjadi paruhan hidup. Masihkah Ada Asa Gemuruh dadaku makin menyiksa Bagai gelegar suara Merapi disana Aku coba bertahan Walau terasa sesak Makin sesak ketika Ku temukan namamu Perlahan menetes air di pipi kananku Aku terus dan masih ingat kamu Andai kaki ini bisa berlari Kan kuhampiri kamu jauh disana Tapi tubuhku tetap terpaku Dengan semua kesibukan yang kucari-cari sendiri Masihkah ada asa itu. Fajar Untukmu Mendung hari ini begitu terasa genting Aku tatap dalam sang waktu meski dia terus bergerak Dan sinarnya membuat mataku tak dapat melihat jelas Fajar, aku di sini tetap menantimu Menantimu menyambut tanganku ini Fajar, aku memintamu meminangku nanti Hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku Lewat puisi ini aku ingin kau membacanya Berdiri Sendiri Masih berpijak pada tanah yang aromanya basah Meski halus rasanya tapi nyatanya benang itu membuatku terekat dan terikat Masih lekat kuat dan basah dalam ingatan akan aku dan dia takan terlupa Namun ku coba, kucoba berikan sedikit udara Pada hatiku yang pengap dan sempat pekat Kucoba untuk pancangkan sebentuk kepercayaan Pada dirinya yang selama ini telah berusaha menyeka peluhku Pada dirinya yang selama ini telah menyita sebagian perhatianku Pada dirinya Bukan lagi masalah waktu Namun kali ini adalah bagaimana aku sanggup untuk mengatakan Mengatakan padanya Jujur dari hati yang tersembunyi Bahwa aku, aku tak akan pernah lagi mencintai dirinya yang telah berlalu Bahwa aku, aku akan selalu beriringan dengannya tanpa bayang-bayang masa lalu Namun aku belum sanggup Mungkin suatu saat aku bisa Mengatakan padanya Apa yang selama ini aku rasa Apa yang selama ini aku jaga Apa yang selama ini aku dekap Rapat Dan terhalang Tentang perasaan hati Tentang aku yang mencintai dirinya. Menanti Dirimu Tak bernyawa langkah hati menanti Sebuah jawaban dari pujaan hati Menanti dengan sejuta harap di mimpi Hingga gundah seakan menemani Setiap gerakan hati melampaui Ketakutan akan kehilangan mimpi Mimpi akan datangnya hari Bersama sang belahan hati Terhenti Jika aku terluka Adakah yang mengobati Jika langkahku terhenti Adakah yang dapat membuat ku melangkah lagi Lama menanti Ingin berhenti Lama perahu oleng Tak ada pulau untuk berlabuh Hingga ku terlelap Memendam rasa Tak bisa ungkapkan rangkaian kata Sebutir cinta telah tumbuh Serpihan harapan telah menghilang Pejamkan mata sejenak Hanya untukmu Memberi kenyataan dalam khayalan Tuk bisa milikimu Hingga kuterlelap Ku takkan menyesali Hingga ku tak terbangun Kan kubawa cinta ini selamanya Menunggu Aku masih belajar menunggu Ketika engkau yang memiliki rindu di hatiku Pergi tanpa kabar Tanpa sebuah kepastian Aku masih belajar menunggu Ketika engkau yang pernah berkata cinta Datang dengan kata mesra Engkau pernah bilang Aku pasti pulang Tapi sekian waktu engkau tak datang Aku masih belajar menunggu Ketika engkau dan keluargamu meminangku Menghalalkan seluruh kehidupanku Aku menunggumu kak Menunggu senyuman dan pelukan Yang biaskan semua sesak kekesalan Tapi Kau tak pernah kelihatan Tak pernah kembali Walau hanya sekedar mimpi Aku masih belajar menunggu Kak. Puisi Penantian Setelah lelah berjalan Menghitung masa silam Mereka-reka masa depan Semua yang kita lalui Kata berguguran Kuingin kau hadir Tidak berupa bayang lagi Aku ingin Bersandar di bahumu. Senandung di Ujung Malam Aku terjaga di kala sepi Langit nan pekat berarak di atapku Dan butiran kecil pun turun perlahan dari angkasa Iringi kesendirian dan kesunyian ini Rusuk yang bergetar Alunan nada yang memilukan hati Hantarkanku ke dunia fana Menatap langit dengan iba Akankah malaikat kan turun dengan sayapnya Nyanyikan lagu pengantar tidurku. Ditemani Bintang Sendiri aku bermenung di temani bintang Ku terbayang akan dirimu kasih Mengapa kau begitu cepat pergi Ku menderita disini Mengapa begitu cepat kau ambil dia dari diriku Tuhan Tereyuh batin ini Tuhan. Kesendirian ini Ku lihat bintang berkedip Ku lihat dirimu melembai-lambai kasih Memanggilku dengan noda indah diwajahmu Satu rangkap garis menyejukan hatiku. Sekarang semua hilang di renyuh mimpi Hanya ada sebuah kenyataan bahwa dirimu sudah tiada Bayanganmu mungkin bisa kubayangi tapi untuk menyentuhmu.. ah itu Cuma mimpi Sekarang hanya aku sendiri yang bersemayam di bumi Bersama bintang Aku takkan bisa melupakannya wahai adinda Permaisuri pujaan hati pendamping Surga Firdaus. Puisi Cinta Islami Puisi cinta islami Siapa aku? Berani menolak cinta Padahal Allah memberikannya kepadaku. Ah, kembalikan lagi saja pada-Nya cinta ini. Dia Mahatahu akan apa yang ada dalam hati. *** Aku hanya bisa menuliskanmu puisi, Dan segelas air bila kau haus. Namun, jika kau ingin merasakan cinta; Mintalah pada Tuhan saja. *** Aku rapalkan doa di setiap sujudku yang masih rapuh, meski kau tak mendengar tapi semesta ikut serta mengaminkannya. *** Jika bertemu denganmu adalah Takdir Tuhan, Dan berteman denganmu adalah pilihan, Maka jatuh cinta padamu bukanlah sesuatu yang aku rencanakan. *** Teruntuk puan yang pernah bercadar sarung. Ijinkan doaku menyelinap saat bulan menemani mimpimu. Berharap munajatku tinggi sampai pada tempat Rabbimu. Hingga ada ijabah dua sayap menjadi satu. Aku dan kamu. *** Dirantai cinta. Digelangi bahagia. Aku tak mau kembali. Biarkan saja terjerat di sini. Rindu ialah persinggahan terbaik. Saat doaku dan doamu saling mengusik. *** Bayangkan jika ia tahu bahwa sebenarnya doalah pemanduku menuju jalan jodohmu. ~ *** Saat ini tak tahulah daku di mana Nyonya bermihrab Tak paham pula daku pasal rahasia Rab Tapi selama Nyonya sedia dan daku mampu Insyaallah pijakku takkan gentar dalam menunggu. *** Dimaki. Dihina. Diragukan. Tapi Tuhan tetap menghidupi. Tapi Tuhan tetap menyayangi. Tapi Tuhan tetap melindungi. ~ *** ā€œJangan pernah biarkan bara rindu ini padam,ā€ gumamku di sudut senja ini. Menunggu sang malam datang agar ku bisa tumpahkan semuanya dalam simpuhku pada Tuhan. ~ *** Di kota Bandung aku terlahir. Berubah menjadi sesosok perindu tentang semua yang ada padamu. Dirimu yang selalu kunanti. Dirimu yang selalu kudoakan. Dirimu yang selalu kuceritakan pada Tuhan agar bersanding di pelaminan. *** Pada akhirnya aku memilih pergi, bukan karena tidak ingin bersamamu, tapi karena kepergianku adalah cara Tuhan membuat kita bahagia dengan takdir-Nya. Puisi Romantis Puisi romantis Sementara ini, bersandarlah di pundakku hingga letihmu sirna, hingga lelahmu reda. Lantas, setelah semua binasa, kembalilah pada tujuan semulamu, mencari rumah agar semua keluhmu dapat berbaring dengan kekal. *** Hati yang sudah saling bertautan takkan pernah meninggalkan meski jarak memisahkan karena ia tahu tujuan dan tahu ke mana ia harus pulang. ~ Cobalah berbagi kesedihan denganku. Tak peduli sepahit apa itu. Bagiku, apa pun darimu adalah arak paling candu. Tanpamu malam paling pilu. ~ *** Kudobrak pintu hatimu untuk sekadar melihat sisa rindu yang sempat kutitipkan padamu. Ingin kuambil pecahan rindu itu, untuk kurangkai kembali menjadi utuh. *** Sebelumnya aku baik-baik saja, menikmati hari dengan penuh tawa. Namun setelah kedatanganmu, aku sampai lupa, sudah berapa lama aku menitikkan air mata. Pada seseorang yang datang tanpa sapa dan pergi dengan menundukkan kepala. *** Air mata bukan akhir dari cerita. Tiap tetesnya mengandung sebuah makna. Betapapun perihnya rasa kehilangan di dada. Namun aku tetap percaya. Engkaulah yang Maha Sempurna. Engkaulah pemilik hati dan jiwa. Allah SWT. ~ *** Tak pernah aku merasa kehilangan,karena sejatinya aku bukanlah Sang Pemilik. ~ *** Jika ada kalimat yang lebih menyakitkan dari pada menahan rindu, tolong beri tahu aku. ~ *** Jangan jadi candu, karena rindu pun sudah cukup untuk membuatku sendu. *** Kita perlu jarak agar tahu arti rindu. Kita perlu waktu agar bisa bertemu. Dan kita perlu temu agar bisa melebur rindu. *** Akulah puisi yang sering kau tulis pada selembar kenangan, dan akulah rindu itu yang kau sebut masa lalu tetapi masih kau dekap erat. *** Kepada senja yang menyisakan tanya. Tolong beritahu malam bahwa rinduku semakin tenggelam. *** Demi hati yang pernah patah. Aku mencoba berdiri dengan gagah. Bertahan meski luka di hati ini semakin parah. Aku tak ingin lagi jatuh pada cinta yang salah. *** Biarkan kopi ini kuseduh Agar pagi ini terasa syahdu Untuk mengurangi rindu yang menggebu Agar hilangnya rasa haru Mengingat dirimu. Puisi Rindu Puisi rindu Di pelataran waktu, aku menunggu kabar Ketika jejak-jejak kepergianmu perlahan hilang Dan angin berjinjit pelan, berembus menyapu kenangan Kehampaan pun datang dihantar suara-suara kesunyian Tatapannya beku, mengkapas pias Aku terdiam, kehilangan… *** Malam ini kubiarkan diriku merindu mengingat kenangan dulu bersamamu berharap kembali merasakan kebahagiaan lagi namun sulit sekali yang bertahan hanya rasa ini. *** Asalkan kamu masih di bumi. Sudah cukup untuk menghadiahi rindu ini. *** Beruntungnya aku, kembali melihat senyuman itu, memuisikan lagi tentang hari-hari yang pernah hilang. *** Saat ini, Aku menyayangimu tanpa ciuman. Aku memelukmu tanpa pelukan. Aku mencintaimu tanpa bercinta. Dan maaf, hanya saat doa terucap padaNya, aku mengutarakan semuanya. *** Kau adalah puisi yang beterbangan layaknya camar, Sementara aku adalah pembaca tanda baca yang begitu samar. Bukan salahmu, ketika rindu itu tak mampu kujawab. Aku cuma butuh waktu untuk menerjemahkan. *** Ada rasa yang membuatku terngiang Apakah itu rindu? Bukan Hanya segumpal kenangan yang ingin diulang. *** Jadi rindu? Rindu jadi apa? Jadi apa saja yang menembus matamu yang bening. Seketika itu kau bersedih. *** Seperti katamu, malam takkan menunggu, sebagaimana rindu. Namun, kau bahkan telah lupa, pada diriku ada yang begitu keras kepala; ingatan yang dulu memperkenalkan diri sebagai kita. *** Setangkup roti dilumuri selai rindu, secangkir kopi beraroma ingin, dan matahari bersinar sehangat pelukan, selamat pagi, Kekasih. *** Cinta yang terlambat datang bersama hujan sore ini, menurunkan rintik rindu yang tak kunjung bertemu Cinta yang terlambat datang bersama mendung awan, menyesali betapa gelapnya hati untuk merasakan. Puisi Cinta Sedih Puisi cinta sedih Terkadang aku ingin kau lepas dari nyaman yang dia ciptakan Maafkan aku yang sesekali buruk dalam mendoakan Mungkin karena egoisme yang telah membutakan atas nama ingin memiliki Namun… Percayalah, semua itu demi hal baik yang harap kau dapati. *** Cemburu yang kubakar dengan amarah itu, Nyatanya tak menyelesaikan masalah. Kau tetap memilih pergi, Meninggalkan aku dengan semua luka, kecewa, dan air mata. *** Ketika aku peduli kau suruh untuk pergi Ketika aku kembali kau telah mengunci hati Kau bilang terima apa adanya Namun kini kau rusak wangi romansa Dan ukir semua derita yang membekas dalam dada. *** Aku menikmati dusta, duka, luka dan kecewa tanpa kecuali Mengharapkan cinta yang lepas dari busur kesucianmu Kasih, Kuperbudak diriku padamu untuk cinta yang sia-sia Apapun yang menimpaku, aku yang salah Dari awal akulah yang salah Semuanya aku yang lengah dan kalah. *** Hujan tetiba datang, seperti kawan lama yang menumpahkan segala kerinduan. Dinginnya segera mendekap tubuh seakan ingin menggambarkan kesendirian. Setidaknya kini aku tahu, dalam ramaimu ada sunyi yang meradang. *** Luka kemarin belum sembuh betul Dengan angin yang mendayu Sore ini, kembali kau tikamkan padaku Benda tumpul yang kusebut kenyataan Di berandamu kau asyik memainkan senyummu Sementara di berandaku, kau biarkan air mata membasahi pipiku. *** Matamu basah umpama daun daun pagi ditempeli embun. Bening airnya Hanya saja aku tak suka Melihat itu menyesakkan dada Maukah kau cerita meluahkan yang kau rasa? Tak perlu denganku. Puisi Sedih Puisi sedih Semesta punya cara sendiri untuk membuat kita bersedih kasih. Ia hadirkan hujan agar kau terjebak dalam kenangan. Ia datangkan senja agar kau teringat senyumnya yang manja. Ia berganti menjadi malam agar kau sendirian dicabik rindu yang dalam. ~ *** Belum pernah aku seikhlas ini melepaskan, entah ini karena cinta, atau karena pernah terluka. *** Sejak kepergianmu. Kumerasa ada sesuatu yang hambar. Ada suatu ruang yang terasa kosong. Ada suatu celah yang terasa sepi. Sulit memang, ketika pikiran memaksa kita untuk ikhlas, tetapi hati kita berkata lain. Ada sisi dalam lubuk hati yang berkata-kata ia tidak bisa ikhlas. *** Memaksa hal yang tidak sepantasnya untuk kita itu memang sebuah tantangan Kelak setelah kau mendapatkannya , kau mulai tidak peduli dengan kepergiannya. *** Tak ada yang abadi. Begitupun cinta Datang dan pergi bagaikan mimpi Yang selalu menaburkan keindahan Juga menggoreskan luka. *** Ke mana kau akan melabuhkan riuhnya perasaan, ketika derunya perundungan mendesakmu untuk memiliki pasangan. Aku, tempat curhat terbaikmu, atau dia, penyebab kau curhat padaku. ~ *** Tuhan memberi luka yang pekat hanya kepada hati hati yang kuat. atau kepada hati hati yang nekat. *** Mencintaimu Saya harus menjadi malam. Yang diam-diam sanggup membuatmu hangat terpejam. Meski paham saya akan mengelam langitnya. Yang dalam-dalam sudi membuat lelah luka hatimu karam. Meski paham saya akan terbenam akhirnya. *** Sengaja kusimpan rinduku dalam secangkir kopi. Aku tak ingin terlihat lemah dengan rasa yang kadang tak ku mengerti. *** Bayangan kelam masa lalu itu mengusik lagi. Suara jangkrik seolah membisikkan janganlah kaularut pada rasamu, Jika memang rasa itu telah mati, kuburlah bersama angin malam. ~ *** Aku menggambar satu bintang untuk gelap malam ini dari mata seseorang yang telah meneteskan kesedihan, menghapus namaku. ~ *** Terhempas dalam kesunyian ku berdiri, hampa tanpa dirimu yang selalu menemani, tak terlihat lagi senyuman manis, keterpurukan yang membawaku menjadi lemah, tak memiliki arah dan keberanian, hanya karena tak mampu untuk mengungkapkan perasaan. ~ Puisi Cinta Pendek Puisi cinta pendek Semenjak aku mengenal syair, hati yang beku mulai cair, semoga senja kali ini resah yang terakhir, hingga cintaku kembali terlahir. *** Kekasih Tetaplah di sini bersamaku Menatap gigil pagi dengan embun-embun berjatuhan di ujung daun Duduklah sejenak Nikmati mentari meruapkan wangi rumput liar, menciumi kulitmu dengan keharuman Tersenyumlah Angin tak akan pernah bosan membelai ranum tomat pipimu. *** Kekasihku irama di dalam jiwaku pahamilah cintanya lebih baik dari cintaku. *** Jangan-jangan kita adalah dua perasan yang terperangkap basa-basi. *** Pergilah, akan kusimpan tangisku, Tuan. Bukan tidak ingin. Tapi, selain milikmu, aku tak tahu bahu mana lagi yang bisa menjadi wadah dari air mataku. *** Rindu yang sekarang, biarkan diberi temu, sebelum nanti menjadi dungu karena lama menunggu. *** Cintaku padamu adalah sebuah waktu, dan yang mampu kamu ketahui hanyalah sebuah ruang. *** Aku menyukai pagi, lamat kulihat sinar mentari dari celah rambutmu yang tergerai, menerpa senyummu yang semanis gulali, bahagia itu sederhana sekali. *** Aku tak mengerti… mengapa kau teteskan air mata saat aku pergi, saat kutanamkan rasa rindu yang tak bertepi, Tapi aku sudah sadar dan mengerti dengan semua rasamu itu, ku berjanji tuk menemuimu lagi di hari nanti.. ~ *** Begitu pagi saat jantungku berdegup kencang menterjemahkan isi pikiranku yang ternyata kamu. ~ *** Aku yang tidak becus mencarimu atau kamu yang terlalu cerdik menghindariku? *** Aku menutup diri dari bumi dan menghilang dalam sunyi. Aku takut memperkenalkan diri dan membuka hati. Tapi, sampai saat ini aku masih menyukai dan mencintai kamu berulang kali. Walaupun hatimu telah lama mati. *** Sesekali, bolehkah aku berkunjung ke wajahmu? aku ingin membawakan senyuman untuk bibirmu yang beku. *** Ini bukan tentang kamu. Hanya rindu yang sedang berperan sebagai tamu. Diam-diam menyelinap membisikkan temu. Setelahnya, bergegas pergi menjelma semu. *** Kepergianmu menyadarkanku, Bahwa kesetiaan yang kau tinggikan dulu masih kalah tinggi dibanding rinduku saat ini. Puisi tentang Cinta Puisi tentang cinta Senyummu serupa senja Walau indah ia hanya sementara Tak selamannya selalu ada. *** Sekali lagi, jika engkau bersedia menjadi rumah setiap rindu dan perasaanku. Tetaplah kokoh dan meneduhkan. Akan kuhiasi ruangmu dengan segala temaram lampu terindah. Menjadikanmu tempat istirahat dan pulang yang menyenangkan dan kurindukan, Sayang. *** Rembulan gemetar, mengapung di danau. Kita duduk pada hati yang batu, sebentar lagi pecah lebur jadi debu bersama duka-duka tubuh, Sebab pelukan dan cintamu yang utuh. *** Bertiuplah wahai angin, sibaklah helai demi helai rambutku, dan biarkan huruf-huruf berjatuhan sebagai puisi–di depan kamarmu. *** Tak terasa hari sudah siang, di luar jendela, angin membelai pucuk pucuk dedaun, di dalam kamar, aku masih mencari kata-kata yang indah untuk memuisikan parasmu. *** Rindu yang mengajariku untuk merangkai puisi, dan cinta adalah tinta yang membuat jelas terbaca. Dan kamu, adalah nafas dari jari-jariku untuk tetap bergerak di atas selembar harapan tanpa batas. *** Aku tak lagi butuh temu bahkan gelak tawamu sudah tak perlu lagi kudengar Kini tawa bisa kutemukan; Dari wanita yang menyajikan kopi pertama di malamku yang kedinginan. Puisi Cinta dalam Diam Puisi cinta dalam diam Aku tak tahu ke mana arah diammu Kian kejam menghukumku Terlalu rimba nestapa ini kutebang Entah apa yang akan terjadi Entahlah… *** Di setiap pagi, ada yang mulai menggelitik sanubari, syair yang kau tulis mewakili isi hati, bagaimana kabarmu hari ini, Bidadari? *** Padamu, malam, aku malu, pada angin yang berkibas bebas, sedangkan aku sendiri terbelenggu rindu yang semakin menggebu. *** Yang aku tahu darimu Hanyalah perihal apa yang aku suka Sebelum kautunjukkan padaku Bahwa kau juga bisa memberikan luka. *** Berhenti sudah aku Mecintaimu yang tak pernah tahu aku Mengenal pun tidak, kan? Ah, sakitnya … Ternyata ini bertepuk sebelah tangan. *** Sesederhana ini kauciptakan rasa gembira, kaubawakan aku dekapan, lalu kaurajut rindu menjadi sebuah kecupan. *** Pada akhirnya, kau mampu menggagalkan kakiku untuk melangkah dan tak pernah membiarkan perasaanku kepadamu berubah. *** Pagi yang cerah menyambutku dengan riang, tak terkira dirimu hadir memberikan senyum manja, bahagia tak terbatas ku dibuatnya, terlihat wajah gembira ku memandangnya, satu pintaku untuk selalu mencintaimu tak terhingga. ~ *** Menetaplah. Ini tidak akan baik karena semua kepergian menyisakan jejak yang cukup pelik. *** Entahlah.. Saat mereka berbicara tentang Rasa, Kamu muncul dalam benakku begitu saja. Jika artinya adalah Suka, Maka aku tidak mau mengakuinya. Karena aku membencinya, Berjuang untuk seorang yang berjuang untuk orang lain. *** Janganlah kau takut.. Aku tiada pernah akan meninggalkanmu.. Demi hatimu.. Aku akan selalu ada disini untukmu.. Meskipun hanya memerhatikanmu dari jauh. *** Nah, itulah kumpulan puisi cinta singkat dan romantis yang bisa menjadi perwakilan isi hatimu saat ini. Kamu sedang jatuh cinta? Puisi cinta romantis adalah hal terbaik yang bisa kamu berikan kepadanya. Meski hanya bisa kamu tulis di media sosial, semoga saja doi membacanya. ^^ Gambar

puisi cinta pandangan pertama pendek